Alumni Teladan Negeri SMK Peternakan Lembah Hijau

Alumni Teladan Negeri SMK Peternakan Lembah Hijau-Alumni Annisa Kamilia Balqis

Lembahhijau.com Tidak semua perjalanan hidup dimulai dari tempat yang kita impikan. Terkadang, tempat yang awalnya tidak kita pilih justru menjadi tempat terbaik untuk menemukan arah kehidupan. Itulah perjalanan yang saya alami bersama SMK Peternakan Lembah Hijau. Sejak kecil, saya dikenal sebagai siswa yang aktif mengikuti berbagai perlombaan, baik akademik maupun nonakademik. Saat duduk di bangku Sekolah Dasar, saya memperoleh Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Inggris tingkat Provinsi Banten dengan dewan juri yang berasal dari Singapura.

Selain itu, saya juga beberapa kali mewakili sekolah dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC), kompetisi sains, lomba pidato Bahasa Indonesia dalam ajang FLS2N hingga meraih Juara 1 tingkat Kabupaten Batang dan peringkat 11 tingkat Provinsi Jawa Tengah, lomba khitobah, serta lomba menyanyi. Memasuki jenjang SMP, semangat untuk terus belajar dan mengembangkan diri tetap saya pertahankan. Saya aktif mengikuti FLS2N cabang cipta dan baca puisi, lomba khitobah, meraih Juara 1 Pembaca UUD Terbaik tingkat Kabupaten Batang, serta memperoleh prestasi dalam lomba Patroli Keamanan Sekolah (PKS).

Saya juga aktif dalam berbagai organisasi, seperti OSIS, Dewan Pramuka, PKS, dan paduan suara. Berbagai kegiatan tersebut saya jalani tanpa mengesampingkan tanggung jawab sebagai pelajar. Saya selalu berusaha menjaga prestasi akademik dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk terus belajar. Pada masa itu, saya memiliki satu impian besar. Sejak SD, saya bercita cita melanjutkan pendidikan di SMA Taruna Nusantara. Saya membayangkan masa depan saya akan dimulai dari sana. Namun, orang tua memiliki pertimbangan yang berbeda dan mengarahkan saya untuk melanjutkan pendidikan di SMK Peternakan Lembah Hijau. Keputusan tersebut sempat menjadi kekecewaan dalam hidup saya. Selama kurang lebih dua bulan pertama bersekolah, hampir setiap hari saya menangis karena merasa jalan yang saya tempuh tidak sesuai dengan cita cita yang telah saya bangun sejak kecil. Saat itu saya belum memahami bahwa Allah sedang mengarahkan saya menuju tempat yang justru akan mengubah hidup saya. Waktu perlahan mengubah semuanya.

SMK Peternakan Lembah Hijau bukan hanya memberikan saya ilmu tentang peternakan, tetapi juga memperkenalkan saya pada dunia yang sama sekali baru. Di sinilah saya mulai jatuh cinta pada mata pelajaran produktif. Praktik di kandang, pembelajaran lapangan, diskusi, hingga setiap pengalaman yang saya lalui membuat saya menyadari bahwa peternakan bukan sekadar pekerjaan, melainkan bidang yang ingin saya tekuni sepanjang hidup.

Sejak saat itu, saya menjalani setiap proses belajar dengan penuh semangat. Alhamdulillah, saya dapat mempertahankan prestasi akademik dan menjadi juara kelas hingga lulus. Namun, jika ditanya apa yang paling berharga selama bersekolah di SMK Peternakan Lembah Hijau, jawaban saya bukanlah nilai ataupun peringkat. Yang paling berharga adalah karakter yang dibentuk oleh sekolah.

SMK Peternakan Lembah Hijau mengajarkan bahwa ilmu harus berjalan beriringan dengan akhlak. Saya belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kejujuran, empati, kemandirian, kepedulian, inisiatif, kerja sama, serta bagaimana menghormati guru, orang tua, dan sesama. Nilai nilai tersebut tidak hanya diajarkan di dalam kelas, tetapi ditanamkan dalam setiap aktivitas sehari hari. Meskipun saya merupakan anak dari salah satu Bapak dan Ibu Guru yang mengajar, saya juga tidak luput dari kesalahan dan berkali kali mendapat evaluasi, tidak ada perbedaaan dalam mendidik siswa dan siswi, tidak ada privilege.

Sekolah juga memberikan ruang yang sangat luas untuk berkembang. Saya dipercaya menjadi Komandan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tingkat Kecamatan Reban berturut turut. Amanah tersebut mengajarkan arti kepemimpinan, kedisiplinan, ketegasan, serta tanggung jawab. Dari pengalaman itu saya belajar bahwa seorang pemimpin harus mampu memberi contoh sebelum memberi arahan.

Hal lain yang sangat membentuk cara berpikir saya adalah kesempatan bertemu dengan banyak tokoh yang hadir di sekolah. SMK Peternakan Lembah Hijau sering menjadi tempat kunjungan berbagai pihak, mulai dari bupati, gubernur, kementerian, akademisi, hingga pelaku usaha. Kesempatan berdiskusi dan mendengarkan pengalaman mereka membuka wawasan saya bahwa dunia jauh lebih luas daripada yang saya bayangkan. Dari sanalah saya mulai berani bermimpi lebih tinggi. Bekal ilmu dan kepercayaan diri yang saya peroleh di SMK mendorong saya mengikuti seleksi program magang ke New Zealand. Alhamdulillah saya dinyatakan lolos. Meskipun keberangkatannya harus tertunda karena pandemi Covid-19, pengalaman tersebut menjadi motivasi untuk terus mempersiapkan diri agar mampu bersaing di tingkat internasional.

Setelah lulus dari SMK Peternakan Lembah Hijau, saya melanjutkan pendidikan di Program Studi Peternakan Universitas Brawijaya dengan beasiswa penuh. Selama menjadi mahasiswa, saya sering dipercaya menjadi pembicara, narasumber, moderator, master of ceremony (MC), mentor, serta menjadi fasilitator Bahasa Inggris yang dinaungi Yayasan Khouw Kalbe dalam kelas EC (English Class). Saya menyadari bahwa keberanian berbicara di depan umum, kemampuan beradaptasi, rasa percaya diri, dan kepemimpinan yang saya miliki berakar dari proses pendidikan yang saya peroleh selama bersekolah di SMK. Kesempatan untuk mengikuti program magang di New Zealand akhirnya dapat saya jalani ketika menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Selama bekerja di sana, pemilik peternakan pernah menyampaikan apresiasi terhadap sikap, etika kerja, dan karakter yang saya tunjukkan. Bagi saya, pujian tersebut bukan semata mata hasil pembelajaran di bangku kuliah, melainkan buah dari pendidikan karakter yang telah ditanamkan sejak menjadi siswa SMK Peternakan Lembah Hijau. Kemampuan teknis dapat dipelajari siapa saja, tetapi karakter yang baik membutuhkan proses panjang untuk dibentuk.

Saat ini saya dipercaya sebagai Person in Charge (PIC) Dairy Farming di Mazaraat Dairy Ecosystem, Bogor. Dalam pekerjaan tersebut saya bertanggung jawab mengelola operasional peternakan, manajemen reproduksi, recording kesehatan ternak, manajemen pakan, serta memimpin tim di lapangan. Setiap tantangan yang saya hadapi selalu mengingatkan saya pada nilai nilai yang dahulu diajarkan di SMK: bekerja dengan disiplin, bertanggung jawab terhadap amanah, terus belajar, dan tetap rendah hati. Ketika mengenang perjalanan ini, saya sering tersenyum mengingat bahwa dahulu saya pernah merasa kecewa karena harus bersekolah di SMK Peternakan Lembah Hijau. Hari ini saya justru menyadari bahwa sekolah inilah yang mempertemukan saya dengan passion, membentuk karakter, memperluas cara pandang, dan mengantarkan saya hingga berada pada titik kehidupan saat ini.

Bagi saya, SMK Peternakan Lembah Hijau bukan sekadar tempat menuntut ilmu. Sekolah ini adalah tempat saya ditempa untuk menjadi pribadi yang siap menghadapi dunia. Ilmu peternakan yang saya pelajari menjadi bekal dalam profesi yang saya jalani hari ini, sementara nilai nilai karakter yang ditanamkan oleh para guru menjadi kompas dalam setiap langkah kehidupan. Saya berharap semakin banyak generasi muda yang bangga menjadi penerus generasi di bidang peternakan. Karena saya telah merasakan sendiri bahwa ketika sebuah sekolah tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan cara berpikir, maka lulusannya akan mampu melangkah ke mana pun dengan penuh keyakinan. Terima kasih, SMK Peternakan Lembah Hijau, karena telah menjadi rumah yang membentuk saya menjadi pribadi yang saya kenal hari ini

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *