Aktivitas agrobisnis telah di lakukan oleh Lembah Hijau Multifarm(LHM) sejak tahun 1981, mulai berdiri sebagai perusahaan agrobisnis pada tahun 1985 dengan nama      CV. Lembah Hijau Multifarm, yang di pimpin oleh Ir. Suharto, MS yang juga berprofesi sebagai pendidik. Kegiatan LHM meliputi kegiatan usaha sebagai berikut:

  1. Peternakan Sapi Perah.
  2. Pertanian.
  3. Perikanan.
  4. Pengembangan Bioteknologi StarbiO
Usaha perternakan sapi perah yang dilakukan berintegrasi dengan usaha pertanian dan perikanan. Pemanfaatan sumber daya lokal secara maksimal merupakan landasan yang dilakukan oleh LHM, sehingga merupakan sebuah Integrated Farming System (System Pertanian Terpadu). LEISA (Low External Input Sustainable Agriculture) merupakan prinsip dasar usaha agrobisnis yang dilakukan oleh LHM.

Pada skema LEISA, tanaman digunakan sebagai bahan pangan untuk manusia dan bahan pakan untuk ternak. Ternak digunakan juga sebagai bahan pangan bagi manusia, selanjutnya baik manusia, tanaman maupun ternak akan menghasilkan hasil samping organik. Pupuk organik (kompos) akan digunakan oleh tanah untuk menghasilkan unsur hara bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. The Law of Return yang di gambarkan akan menjadi sebuah siklus yang menggambarkan kehidupan di muka bumi ini.

LHM telah melakukan melakukan kegiatan usaha ternak sapi perah dengan memanfaatkan jerami padi fermentasi dan bahan pakan lain (seperti jerami kacang tanah) sebagai hasil samping usaha pertanian untuk pakan ternak. Ternak perah akan manghasilkan air susu untuk bahan makanan manusia dan hasil samping berupa kotoran untuk diolah menjadi pupuk organik. Pupuk organik diaplikasi untuk lahan pertanian yang akan menghasilkan beras sebagai bahan pangan dan jerami padi untuk bahan pakan ternak, demikian selanjutnya secara terus menerus.

Prinsip LEISA yang diterapkan akan menghasilkan beberapa keuntungan, yaitu:
  1. Ramah Lingkungan.
  2. Zero Waste.
  3. Berbasis Lokal.
  4. Hasil yang Maksimal.
  5. Diversifikasi Produk.
  6. Marketable Surplus.
  7. Meningkatkan Kemandirian.
Perkembangan teknologi menjelang milenium ketiga saat ini berimbas pada produk biologis yang terjadi dalam sel atau molekul yang lazim dikenal sebagai bioteknologi. Salah satu hasil bioteknologi yang berhasil dikembangkan oleh putra Indonesia adalah StarbiO, yang merupakan kumpulan mikroorganisme yang mampu bekerja secara sinergi. StarbiO selanjutnya mengalami pengembangan sebagai hasil penelitian secara terus menerus. Saat ini turunan StarbiO yang berhasil dikembangkan adalah:

  1. StarbiO Ternak, digunakan sebagai campuran pakan ternak untuk meningkatkan hasil dan efisiensi penggunaan pakan.
  2. StarbiO Super, sebagai penyempurna penyerapan nutrisi pakan pada budidaya ternak udang.
  3. Stardec , digunakan sebagai bakteri dekomposisi limbah dan kotoran ternak untuk dijadikan kompos yang akan memperkaya unsur hara tanah.
  4. New StarbiO Plus, berguna dalam mengurai tinja dalam septic tank untuk menjaga umur dan volume septic tank sesuai dengan kapasitas.
Selain keempat produk di atas, LHM telah berhasil mengambangkan dan menghasilkan pupuk organik (kompos) yang dikenal sebagai Green Valley - Fine Compost yang dapat diaplikasikan untuk semua jenis tanaman. Bioteknologi replica rolex watches pembuatan pupuk organik oleh LHM dan telah di patenkan sudah mendapatkan legalitas dari Departemen Pertanian sehingga dapat diterapkan untuk mengolah limbah organik manjadi kompos.